Fenomena Kaos Dakwah

Bagi umat Islam, hadist adalah sumber dalil yang otoritatif kedua setelah Al Quran. Hadist memang unik dibandingkan catatan sejarah lainnya. Kenapa? Karena metode periwayatan hadist yang menggunakan verifikasi ketaqwaan seseorang. Sehingga derajat kebenarannya bisa dipertanggung jawabkan. Berbeda dengan penuturan sejarah atau biografi tokoh terkenal pada masa lampau yang tidak memiliki standar penilaian orang yang menuturkan cerita tersebut.

Keistimewaan dari hadist lainnya adalah bisa menjadi inspirasi bagi kaum muslimin lintas generasi dan lintas abad. Kita tahu bahwa Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam berasal pada abad ke 7 masehi. Hingga sekarang abad 21 masehi, kata-kata, tindakan dan diamnya beliau tetap dipakai oleh 1 milyar lebih kaum muslimin. Tentu dengan tingkat penghayatan yang berbeda-beda.

Inspirasi Hadist Untuk Kaos Dakwah
Kaos dakwah sebagaimana bentuk fisik (materi) yang dikeluarkan oleh kaum muslimin. Selalu mengambil posisi harus sesuai dengan hukum syariat. Karena umat islam akan dimintai pertanggun jawaban akan seluruh perbuatannya selama di dunia. Termasuk dalam hal menciptakan bentuk fisik tertentu yang ingin dimanfaatkan. Dalam hal ini berlaku kaidah, hukum asal perbuatan manusia terikat dengan hukum syara. Untuk itu manusia diminta menilai aktivitas yang akan dilakukan, apakah wajib, sunnah (mandub), mubah, makruh atau haram. Baru kemudian memutuskan apakah akan dilakukan atau ditinggalkan.

Sebagai salah satu bentuk fisik yang khas dari umat Islam. Kaos dakwah bisa mengambil banyak sumber inspirasi dalam corak desainnya. Artikel kami sebelumnya tentang jenis tema kaos dakwah bisa menjadi referensi mengenai hal tersebut. Yang mendasar dari penciptaan desain kaos dakwah adalah aqidah Islam desainer yang menciptakan. Dan hadist bisa menjadi salah satu inspirasi untuk membuat kaos dakwah dari pekerja seni muslim / muslimah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *